Uswatun Hasanah
Jika lelah, berhentilah sejenak
Meluruskan kaki, mengatur napas,
mempersiapkan kembali bekal atau
menengok sebentar ke belakang,
tentang apa-apa yang sudah terlewati,
dan apa-apa yang mesti harus diperbaiki.
Jalan masih panjang...
Istirahat sebentar tak mengapa,
asal jangan terlena,
sebab tujuanmu ada di depan
Kamu harus terus bergerak maju
Bukan terpaku melihat masa lalu
Aksara Senja
14 November 2019
Thursday, November 14, 2019
Sunday, November 10, 2019
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
LAPORAN HASIL WAWANCARA
“ Pejabat Publik “
Dosen Pengampu : Rita Anggraini S.Pd, M.Pd
Disusun Oleh :
KELOMPOK 5
LARASSANTI ( 19136152 )
REZA FITRIA ( 18052117 )
ULFAH PUTRI KHALID SRG ( 18052056 )
USWATUN HASANAH ( 19016130 )
YULIA NUR RAHIMAH ( 19016134 )
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sudah bertahun-tahun pancasila ditetapkan sebagai dasar negara kesatuan Republik Indonesia, Pandangan hidup bangsa Indonesia, Filsafat bangsa dan sendi kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu Tidak diragukan lagi peran pancasila di negara kita ini yaitu Indonesia. Untuk itu penerapan sila-sila dalam Pancasila suatu hal yang wajib dilakukan bagi tiap-tiap warga negara.
Namun, saat ini penerapan Pancasila hanya menjadi teori di kampus bahkan masyarakat pun hanya mengetahui bunyi butir pancasila tanpa mengetahui makna yang terkandung didalamnya. Pancasila hanya dijadikan suatu simbol tanpa ada tindakan nyata bagi terciptanya masyarakat yang berbangsa dan bernegara. Mahasiswa yang merupakan pejuang perubahan pengamalan pancasila yang lebih baik yang seharusnya menggerakkan penerapan, pancasila kini mulai hilang semangatnya.
Oleh karena itu, kami mewawancarai dua narasumber yang merupakan pejabat public umtuk mengetahui dan menganalisis lebih lanjut sejauh mana penerapan nilai-nilai pancasila di lingkungan kerja dan sekitarnya.
Identifikasi Masalah
Apakah penerapan pancasila di masyarakat terutama di lingkungan kerja masih sesuai dengan nilai-nilai pancasila?
Waktu dan Tempat Kegiatan
Wawancara ini dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Rabu, 18 September 2019
Pukul : 09:30 WIB - selesai
Tempat : - Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti atau Yonif 133/YS
- SMA Pembangunan Laboratorium UNP
Tujuan
Tujuan observasi yang kami lakukan adalah :
Mengetahui apakah penerapan aturan di lingkungan kerja dan sekitarnya sudah sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada pancasila
Mengamati penerapan aturan di lingkungan kerja dan sekitarnya dengan cara mewawancarai pejabat public yang bekerja di tempat lokasi
BAB II
PEMBAHASAN
Narasumber 1 Anggota TNI
Identitas Subjek Wawancara Anggota TNI
Nama Lengkap : - Sersan 2 Susando Prayuga Aditya Nugraha
- Sersan 1 Hari Susandi
Hasil Wawancara
Pertanyaan yang Diajukan :
Pewawancara : Disini kami ingin wawancara bapak, apakah boleh pak?
Narasumber : Iya boleh, silahkan
Pewawancara : maaf sebelumnya pak, nama bapak siapa?
Narasumber : Nama saya Sersan 2 Susando Prayoga Aditya Nugraha
Pewawancara : Bapak, pak?
Narasumber : Sersan 1 Hari Susandi
Pewawancara : Kami dari kelompok akan mewawancarai bapak tentang yang pertama pak, apakah masyarakat di sekitar batalyon ini sudah mengamalkan nilai-nilai pancasila sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita anut pak?
Narasumber : Pengamatan saya selama saya disini, untuk masyarakat disini sudah mengamalkan nila-nilai pancasila. ya contohnya sila yang pertama Ketuhanan yang Maha Esa, masyarakat disini untuk sholatnya saya pikir sudah mengerjakan sholat 5 waktu. Sila yang kedua kan kemanusiaan yang adil dan beradab, saya kira disini masyarakatnya ya adil, bagus, saling tenggang rasa. Kemudian kita itu kan ada yang namanya sosialisasi pinter (pembinaan territorial) jadi yang kita adakan itu ke masyarakat, kita bergabung dengan masyarakat yang melaksanakan bersama yaitu gotong royong, yang kedua ronda malam jadi kita berbaur. Ya saya kira masyarakatnya cukup baik disini antusias, apa yang kita butuhkan mereka mau memberikan, contohnya kalo kita pergi ke kelurahan ngurus surat keperluan kita seperti KK-KTP, mereka cepat menanggapi
Pewawancara : Dan selanjutnya pak, apakah peraturan yang berlaku disini (di batalyon) sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita amalkan, pak ?
Narasumber : Iya sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila,peraturan yang ada di batalyon ini. Yang pertama itu untuk sholat 5 waktu kami diwajibkan, ya di batalyon ini tidak hanya agama itu hanya islam, tidak kami seluruh agama yang di Indonesia ini sudah ada di batalyon ini dari islam, Kristen protesta, katolik, hindu, budha sudah ada disini. Ya kami sholat itu kan wajib 5 waktu, yang untuk nasrani tiap minggunya diberi waktu untuk melaksanakan ibadah, begitu juga dengan hindu dikasih setiap jam 6 sore dia tuh diberi waktu untuk beribadah
Pewawancara : jadi saling menghagai ya pak?
Narasumber iya saling menghargai, tidak ada yang membedakan
Pewawancara : trus pelaksanaan sholat 5 waktunya itu wajib berjamaah atau bagaimana pak?
Narasumber : berjamaah di masjid, jadi waktunya jam sholat 30 menit sebelum memasuki sholat semuanya sudah berada di dalam masjid
Pewawancara : lalu pak, bagaimana cara melakukan adaptasi antara bapak dengan rekan yang menganut agama lain?
Narasumber : beradaptasinya, ya sama tidak ada perbedaan. Sama-sama tidak ada yang membedakan kita, berblok-blok ( berkelompok ) itu tidak ada, jadi satu. Perbedaan itu yang menyatukan jadi kita tau agama mereka seperti apa untuk kita mendalami kan, mendalami dalam arti oh seperti ini cara beribadah mereka jadi dalam hati kami kan gimana sih orang bali itu beribadah, oh seperti ini cara berdoa mereka, jadi menurut saya itulah indahnya perbedaan. Dan untuk peraturannya disini ya intinya baik-baik dengan masyarakat, rakyat adalah ibu kandung kami jadi apa yang dibutuhkan rakyat, apa yang kami punya akan kami kasih untuk rakyat, pengabdian kami hanya untuk rakyat. Menurut saya begitu saja.
Pewawancara : kalo di pancasila itu kan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia gitu pak, di sekitar sini sendiri ada gak pak penyamaan strata untuk komandan sama bawahannya pak?
Narasumber : ada, ya sama aja komandan itu sama seperti biasa cuma kita itu menghargai dari pangkatnya. Misalnya kita sebagai bawahan kita harus hormat kepada atasan
Pewawancara : udah segitu aja pak, makasih atas waktu yang bapak berikan pak
Narasumber : sama-sama
Narasumber 2 Guru SMA Pembangunan Laboratorium UNP
Identitas Subjek Wawancara Guru SMA Pembangunan Laboratorium UNP
Nama Lengkap : Satryo Hariadi
Hasil Wawancara
Pertanyaan yang Diajukan :
Pewawancara : Jadi begini pak kami ada tugas mata kuliah pendidikan pancasila, disini kami disuruh untuk mewawancarai pejabat public pak. Mohon maaf sebelumnya pak, nama bapak siapa ya pak ?
Narasumber : nama saya Satryo Hariadi
Pewawancara : jadi begini pak, apakah dalam lingkungan sekolah ini sudah mengamalkan nilai-nilai pancasila yang ada, pak? Jika ada apa saja yang diamalkan?
Narasumber : yang pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa itu sudah diterapkan oleh bagaimana kita dalam beribadah, contohnya dalam sholat 5 waktu, sholat 5 waktu itu tidak di sekolah saja kita menjaga anak sholat 5 waktunya dari rumah juga kita jaga dalam bentuknya catatan, jadi di sekolah tiap hari kita harus cek dulu catatannya apakah ada sholat subuhnya dan semuanya sholat 5 waktu. Lalu lanjut ke karena disini sekolah pembangunan ada program hafidz Al-quran kebetulan saya guru hafidz Al-quran disini, disini bukan hanya termasuk ekskul di sekolah lain hafidz masuk ekskul tapi di SMA pembangunan ini hafidz Al-quran itu sudah termasuk kepada PBM ( Program Belajar Mengajar ) setiap hari. Itulah salah satu bukti nilai pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.
Pewawancara : selanjutnya pak, apakah peraturan di sekolah ini sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita anut?
Narasumber : kalau peraturan insyaallah sudah dijalankan dengan baik, kami baru melakukan akreditasi baru-baru ini dan Alhamdulillah telah keluar hasil akreditasi dan kami kembali memperoleh akreditasi A dengan nilai 92 jadi disana ada penilaian tentang bagaimana sikap anak sudah pasti menerapkan nilai pancasila, kalau belum menerapkan apa yang diajarkan pancasila tidak mungkin kami mendapatkan akreditasi A begitu.
Pewawancara : berarti pengamalan nilai-nilai pancasila itu sudah dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh siswa, pak?
Narasumber : kalau menyeluruh, sudah menyalurkan secara keseluruhan tapi kalau penerapannya tergantung pada siswanya , apakah siswanya mau menerapkan apa tidak pelajaran yang telah kami ajarkan tentang pancasila dan itu sebenarnya tergantung kepada orangtua di rumah, kita sebagai guru disini hanya memberikan contoh dan memdidik selebihnya itu lebih banyak dipelajari di rumah dan sangat berpengaruh kepada orangtua bukan hanya guru, guru hanya sebagai pendidik di sekolah dan untuk keseluruhan dari sikap, adab itu semua tergantung pada orangtua di rumah
Pewawancara : baiklah itu aja pak terima kasih atas waktu yang bapak berikan. Terima kasih pak
Narasumber : segitu aja, baik sama-sama
PEMBAHASAN HASIL WAWANCARA
Hasil wawancara dengan Anggota TNI
Identitas Subjek Wawancara Anggota TNI
Nama Lengkap : - Sersan 2 Susando Prayuga Aditya Nugraha
- Sersan 1 Hari Susandi
Anggota TNI yang kami wawancarai merupakan perwira dari Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti atau Yonif 133/YS. Kami melakukan wawancara saat Bapak-bapak TNI tersebut sedang istirahat di kantin depan Batalyon.
Kami memilih Anggota TNI untuk kami wawancarai karena kami merasa Bapak-bapak TNI pasti akan lebih mengetahui penerapan nilai-nilai pancasila kepada masyarakat. TNI sering terjun ke tengah-tengah masyarakat sehingga itu menjadi salah satu alasan kami untuk mewawancarai Bapak-bapak tersebut.
Penerapan nilai-nilai pancasila sendiri di lingkungan sekitar Batalyon sudah memenuhi kriteria dalam nilai-nilai pancasila yang kita ketahui, itu terbukti dari beberapa pertanyaan yang kami ajukan. Bapak-bapak TNI tersebut mengaku bahwa salah satu penerapan nilai-nilai pancasila yang dilakukan di sekitar Batalyon adalah pemberian waktu untuk beribadah kepada setiap anggota dan bagi anggota yang memeluk agama islam juga diwajibkan untuk melaksanakan sholat 5 waktu dengan berjamaah. Yang mana ini merupakan contoh dari sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dan juga peraturan di sekitar Batalyon juga sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila, dimana dapat dilihat dari saling menghargai antar anggota dalam menjalankan ibadah dan juga tidak adanya penggelompokan dalam anggota, karena menurut Pak Prayuga dan Pak Hari perbedaan itulah yang menyatukan para anggota TNI.
Hasil wawancara dengan Guru SMA
Identitas Subjek Wawancara Guru SMA
Nama Lengkap : Satryo Hariadi
Setelah kami mewawancarai Anggota TNI, kemudian kami melanjutkan mewawancarai Pak Satryo Hariadi yang merupakan seorang guru agama di SMA Pembangunan Laboratorium UNP.
Adapun hasil wawancara kami adalah Pak Satryo mengatakan bahwa di lingkungan SMA Pembangunan sendiri sudah memenuhi dari penerapan nilai-nilai pancasila itu sendiri dimana dapat dilihat dari adanya buku catatan untuk mengetahui apakah setiap siswa mengerjakan sholat 5 waktu atau tidak dan Pak Satryo juga mengatakan bahwa buku cacatan para siswa akan diperiksa setiap paginya.
Kemudian Pak Satryo juga mengatakan bahwa aturan yang diberlakukan di SMA Pembangunan sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila, hal itu bisa dilihat dari sekolah tersebut yang memperoleh akreditasi A dengan nilai 92 yang dimana dalam penilaian akreditasi tersebut juga dilihat dari sikap para siswa di sekolah.
BAB II
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan anggota TNI dan juga Guru SMA dapat disimpulkan bahwa pancasila sudah diterapkan di kalangan masyarakat terutama di lingkungan kerja, seperti pada masyarakat sekitar Batalyon Infanteri 133 sudah melaksanakan atau menerapkan nilai-nilai pancasil. Contohnya pada sila pertama, masyarakat di dalam lokasi TNI tersebut selalu melaksanakan sholat berjamaah.
Kemudian penerapan nilai-nilai pancasila di sekolah SMA Pembangunan Laboratorium UNP juga sudah sesuai dengan sila-sila pancasila yang ada terbukti dengan murid-murid yang di wajibkan mempunyai buku catatan sholat yang mana setiap pagi selalu diperiksa dan diterapkannya hafidz Al-quran sebagai PBM ( Program Belajar Mengajar ).
Jadi secara keseluruhan warga masyarakat terutama di lingkungan kerja pejabat public telah mengamalkan nilai-nilai pancasila sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita ketahui.
“ Pejabat Publik “
Dosen Pengampu : Rita Anggraini S.Pd, M.Pd
Disusun Oleh :
KELOMPOK 5
LARASSANTI ( 19136152 )
REZA FITRIA ( 18052117 )
ULFAH PUTRI KHALID SRG ( 18052056 )
USWATUN HASANAH ( 19016130 )
YULIA NUR RAHIMAH ( 19016134 )
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sudah bertahun-tahun pancasila ditetapkan sebagai dasar negara kesatuan Republik Indonesia, Pandangan hidup bangsa Indonesia, Filsafat bangsa dan sendi kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu Tidak diragukan lagi peran pancasila di negara kita ini yaitu Indonesia. Untuk itu penerapan sila-sila dalam Pancasila suatu hal yang wajib dilakukan bagi tiap-tiap warga negara.
Namun, saat ini penerapan Pancasila hanya menjadi teori di kampus bahkan masyarakat pun hanya mengetahui bunyi butir pancasila tanpa mengetahui makna yang terkandung didalamnya. Pancasila hanya dijadikan suatu simbol tanpa ada tindakan nyata bagi terciptanya masyarakat yang berbangsa dan bernegara. Mahasiswa yang merupakan pejuang perubahan pengamalan pancasila yang lebih baik yang seharusnya menggerakkan penerapan, pancasila kini mulai hilang semangatnya.
Oleh karena itu, kami mewawancarai dua narasumber yang merupakan pejabat public umtuk mengetahui dan menganalisis lebih lanjut sejauh mana penerapan nilai-nilai pancasila di lingkungan kerja dan sekitarnya.
Identifikasi Masalah
Apakah penerapan pancasila di masyarakat terutama di lingkungan kerja masih sesuai dengan nilai-nilai pancasila?
Waktu dan Tempat Kegiatan
Wawancara ini dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Rabu, 18 September 2019
Pukul : 09:30 WIB - selesai
Tempat : - Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti atau Yonif 133/YS
- SMA Pembangunan Laboratorium UNP
Tujuan
Tujuan observasi yang kami lakukan adalah :
Mengetahui apakah penerapan aturan di lingkungan kerja dan sekitarnya sudah sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada pancasila
Mengamati penerapan aturan di lingkungan kerja dan sekitarnya dengan cara mewawancarai pejabat public yang bekerja di tempat lokasi
BAB II
PEMBAHASAN
Narasumber 1 Anggota TNI
Identitas Subjek Wawancara Anggota TNI
Nama Lengkap : - Sersan 2 Susando Prayuga Aditya Nugraha
- Sersan 1 Hari Susandi
Hasil Wawancara
Pertanyaan yang Diajukan :
Pewawancara : Disini kami ingin wawancara bapak, apakah boleh pak?
Narasumber : Iya boleh, silahkan
Pewawancara : maaf sebelumnya pak, nama bapak siapa?
Narasumber : Nama saya Sersan 2 Susando Prayoga Aditya Nugraha
Pewawancara : Bapak, pak?
Narasumber : Sersan 1 Hari Susandi
Pewawancara : Kami dari kelompok akan mewawancarai bapak tentang yang pertama pak, apakah masyarakat di sekitar batalyon ini sudah mengamalkan nilai-nilai pancasila sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita anut pak?
Narasumber : Pengamatan saya selama saya disini, untuk masyarakat disini sudah mengamalkan nila-nilai pancasila. ya contohnya sila yang pertama Ketuhanan yang Maha Esa, masyarakat disini untuk sholatnya saya pikir sudah mengerjakan sholat 5 waktu. Sila yang kedua kan kemanusiaan yang adil dan beradab, saya kira disini masyarakatnya ya adil, bagus, saling tenggang rasa. Kemudian kita itu kan ada yang namanya sosialisasi pinter (pembinaan territorial) jadi yang kita adakan itu ke masyarakat, kita bergabung dengan masyarakat yang melaksanakan bersama yaitu gotong royong, yang kedua ronda malam jadi kita berbaur. Ya saya kira masyarakatnya cukup baik disini antusias, apa yang kita butuhkan mereka mau memberikan, contohnya kalo kita pergi ke kelurahan ngurus surat keperluan kita seperti KK-KTP, mereka cepat menanggapi
Pewawancara : Dan selanjutnya pak, apakah peraturan yang berlaku disini (di batalyon) sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita amalkan, pak ?
Narasumber : Iya sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila,peraturan yang ada di batalyon ini. Yang pertama itu untuk sholat 5 waktu kami diwajibkan, ya di batalyon ini tidak hanya agama itu hanya islam, tidak kami seluruh agama yang di Indonesia ini sudah ada di batalyon ini dari islam, Kristen protesta, katolik, hindu, budha sudah ada disini. Ya kami sholat itu kan wajib 5 waktu, yang untuk nasrani tiap minggunya diberi waktu untuk melaksanakan ibadah, begitu juga dengan hindu dikasih setiap jam 6 sore dia tuh diberi waktu untuk beribadah
Pewawancara : jadi saling menghagai ya pak?
Narasumber iya saling menghargai, tidak ada yang membedakan
Pewawancara : trus pelaksanaan sholat 5 waktunya itu wajib berjamaah atau bagaimana pak?
Narasumber : berjamaah di masjid, jadi waktunya jam sholat 30 menit sebelum memasuki sholat semuanya sudah berada di dalam masjid
Pewawancara : lalu pak, bagaimana cara melakukan adaptasi antara bapak dengan rekan yang menganut agama lain?
Narasumber : beradaptasinya, ya sama tidak ada perbedaan. Sama-sama tidak ada yang membedakan kita, berblok-blok ( berkelompok ) itu tidak ada, jadi satu. Perbedaan itu yang menyatukan jadi kita tau agama mereka seperti apa untuk kita mendalami kan, mendalami dalam arti oh seperti ini cara beribadah mereka jadi dalam hati kami kan gimana sih orang bali itu beribadah, oh seperti ini cara berdoa mereka, jadi menurut saya itulah indahnya perbedaan. Dan untuk peraturannya disini ya intinya baik-baik dengan masyarakat, rakyat adalah ibu kandung kami jadi apa yang dibutuhkan rakyat, apa yang kami punya akan kami kasih untuk rakyat, pengabdian kami hanya untuk rakyat. Menurut saya begitu saja.
Pewawancara : kalo di pancasila itu kan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia gitu pak, di sekitar sini sendiri ada gak pak penyamaan strata untuk komandan sama bawahannya pak?
Narasumber : ada, ya sama aja komandan itu sama seperti biasa cuma kita itu menghargai dari pangkatnya. Misalnya kita sebagai bawahan kita harus hormat kepada atasan
Pewawancara : udah segitu aja pak, makasih atas waktu yang bapak berikan pak
Narasumber : sama-sama
Narasumber 2 Guru SMA Pembangunan Laboratorium UNP
Identitas Subjek Wawancara Guru SMA Pembangunan Laboratorium UNP
Nama Lengkap : Satryo Hariadi
Hasil Wawancara
Pertanyaan yang Diajukan :
Pewawancara : Jadi begini pak kami ada tugas mata kuliah pendidikan pancasila, disini kami disuruh untuk mewawancarai pejabat public pak. Mohon maaf sebelumnya pak, nama bapak siapa ya pak ?
Narasumber : nama saya Satryo Hariadi
Pewawancara : jadi begini pak, apakah dalam lingkungan sekolah ini sudah mengamalkan nilai-nilai pancasila yang ada, pak? Jika ada apa saja yang diamalkan?
Narasumber : yang pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa itu sudah diterapkan oleh bagaimana kita dalam beribadah, contohnya dalam sholat 5 waktu, sholat 5 waktu itu tidak di sekolah saja kita menjaga anak sholat 5 waktunya dari rumah juga kita jaga dalam bentuknya catatan, jadi di sekolah tiap hari kita harus cek dulu catatannya apakah ada sholat subuhnya dan semuanya sholat 5 waktu. Lalu lanjut ke karena disini sekolah pembangunan ada program hafidz Al-quran kebetulan saya guru hafidz Al-quran disini, disini bukan hanya termasuk ekskul di sekolah lain hafidz masuk ekskul tapi di SMA pembangunan ini hafidz Al-quran itu sudah termasuk kepada PBM ( Program Belajar Mengajar ) setiap hari. Itulah salah satu bukti nilai pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.
Pewawancara : selanjutnya pak, apakah peraturan di sekolah ini sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita anut?
Narasumber : kalau peraturan insyaallah sudah dijalankan dengan baik, kami baru melakukan akreditasi baru-baru ini dan Alhamdulillah telah keluar hasil akreditasi dan kami kembali memperoleh akreditasi A dengan nilai 92 jadi disana ada penilaian tentang bagaimana sikap anak sudah pasti menerapkan nilai pancasila, kalau belum menerapkan apa yang diajarkan pancasila tidak mungkin kami mendapatkan akreditasi A begitu.
Pewawancara : berarti pengamalan nilai-nilai pancasila itu sudah dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh siswa, pak?
Narasumber : kalau menyeluruh, sudah menyalurkan secara keseluruhan tapi kalau penerapannya tergantung pada siswanya , apakah siswanya mau menerapkan apa tidak pelajaran yang telah kami ajarkan tentang pancasila dan itu sebenarnya tergantung kepada orangtua di rumah, kita sebagai guru disini hanya memberikan contoh dan memdidik selebihnya itu lebih banyak dipelajari di rumah dan sangat berpengaruh kepada orangtua bukan hanya guru, guru hanya sebagai pendidik di sekolah dan untuk keseluruhan dari sikap, adab itu semua tergantung pada orangtua di rumah
Pewawancara : baiklah itu aja pak terima kasih atas waktu yang bapak berikan. Terima kasih pak
Narasumber : segitu aja, baik sama-sama
PEMBAHASAN HASIL WAWANCARA
Hasil wawancara dengan Anggota TNI
Identitas Subjek Wawancara Anggota TNI
Nama Lengkap : - Sersan 2 Susando Prayuga Aditya Nugraha
- Sersan 1 Hari Susandi
Anggota TNI yang kami wawancarai merupakan perwira dari Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti atau Yonif 133/YS. Kami melakukan wawancara saat Bapak-bapak TNI tersebut sedang istirahat di kantin depan Batalyon.
Kami memilih Anggota TNI untuk kami wawancarai karena kami merasa Bapak-bapak TNI pasti akan lebih mengetahui penerapan nilai-nilai pancasila kepada masyarakat. TNI sering terjun ke tengah-tengah masyarakat sehingga itu menjadi salah satu alasan kami untuk mewawancarai Bapak-bapak tersebut.
Penerapan nilai-nilai pancasila sendiri di lingkungan sekitar Batalyon sudah memenuhi kriteria dalam nilai-nilai pancasila yang kita ketahui, itu terbukti dari beberapa pertanyaan yang kami ajukan. Bapak-bapak TNI tersebut mengaku bahwa salah satu penerapan nilai-nilai pancasila yang dilakukan di sekitar Batalyon adalah pemberian waktu untuk beribadah kepada setiap anggota dan bagi anggota yang memeluk agama islam juga diwajibkan untuk melaksanakan sholat 5 waktu dengan berjamaah. Yang mana ini merupakan contoh dari sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dan juga peraturan di sekitar Batalyon juga sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila, dimana dapat dilihat dari saling menghargai antar anggota dalam menjalankan ibadah dan juga tidak adanya penggelompokan dalam anggota, karena menurut Pak Prayuga dan Pak Hari perbedaan itulah yang menyatukan para anggota TNI.
Hasil wawancara dengan Guru SMA
Identitas Subjek Wawancara Guru SMA
Nama Lengkap : Satryo Hariadi
Setelah kami mewawancarai Anggota TNI, kemudian kami melanjutkan mewawancarai Pak Satryo Hariadi yang merupakan seorang guru agama di SMA Pembangunan Laboratorium UNP.
Adapun hasil wawancara kami adalah Pak Satryo mengatakan bahwa di lingkungan SMA Pembangunan sendiri sudah memenuhi dari penerapan nilai-nilai pancasila itu sendiri dimana dapat dilihat dari adanya buku catatan untuk mengetahui apakah setiap siswa mengerjakan sholat 5 waktu atau tidak dan Pak Satryo juga mengatakan bahwa buku cacatan para siswa akan diperiksa setiap paginya.
Kemudian Pak Satryo juga mengatakan bahwa aturan yang diberlakukan di SMA Pembangunan sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila, hal itu bisa dilihat dari sekolah tersebut yang memperoleh akreditasi A dengan nilai 92 yang dimana dalam penilaian akreditasi tersebut juga dilihat dari sikap para siswa di sekolah.
BAB II
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan anggota TNI dan juga Guru SMA dapat disimpulkan bahwa pancasila sudah diterapkan di kalangan masyarakat terutama di lingkungan kerja, seperti pada masyarakat sekitar Batalyon Infanteri 133 sudah melaksanakan atau menerapkan nilai-nilai pancasil. Contohnya pada sila pertama, masyarakat di dalam lokasi TNI tersebut selalu melaksanakan sholat berjamaah.
Kemudian penerapan nilai-nilai pancasila di sekolah SMA Pembangunan Laboratorium UNP juga sudah sesuai dengan sila-sila pancasila yang ada terbukti dengan murid-murid yang di wajibkan mempunyai buku catatan sholat yang mana setiap pagi selalu diperiksa dan diterapkannya hafidz Al-quran sebagai PBM ( Program Belajar Mengajar ).
Jadi secara keseluruhan warga masyarakat terutama di lingkungan kerja pejabat public telah mengamalkan nilai-nilai pancasila sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang kita ketahui.
Friday, November 8, 2019
Puisi "Jeritan Mahasiswa"
Uswatun Hasanah
Bu, Beta lelah
Lelah sekali
Seringkali Beta berbuat baik tapi tidak dihargai
Beta mau pulang
Mau menangis saja rasanya
Di depan orang-orang harus pura-pura bahagia
padahal ambyar
Ingin Beta pulang lalu menangis sepuasnya di pelukanmu
Kuliah dari pagi hingga malam
Tuntutan tugas yang tak pernah habis
Beta sudah berusaha yang terbaik
Namun acap kali dimarahi
Lelah fisik
Lelah hati
Banyak tuntutan ini itu
Beban terasa berat sekali
Bu, Beta lelah
Lelah sekali
Aksara Senja
08 Oktober 2019
Bu, Beta lelah
Lelah sekali
Seringkali Beta berbuat baik tapi tidak dihargai
Beta mau pulang
Mau menangis saja rasanya
Di depan orang-orang harus pura-pura bahagia
padahal ambyar
Ingin Beta pulang lalu menangis sepuasnya di pelukanmu
Kuliah dari pagi hingga malam
Tuntutan tugas yang tak pernah habis
Beta sudah berusaha yang terbaik
Namun acap kali dimarahi
Lelah fisik
Lelah hati
Banyak tuntutan ini itu
Beban terasa berat sekali
Bu, Beta lelah
Lelah sekali
Aksara Senja
08 Oktober 2019
Thursday, November 7, 2019
Pengertian literasi, jenis, fungsi, tujuan, dan faktor yang mempengaruhi literasi
MAKALAH
LITERASI BAHASA INDONESIA
LITERASI
Dr. ABDURAHMAN, M. Pd
Oleh
Kelompok 1 :
Lamyra Yeri Ramala
Mulia Resti
Nurul Aliyah
Uswatun Hasanah
Yulia Nur Rahimah
PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Literasi adalah proses membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, melihat, dan berpendapat (kuder dan hasit 20002). Namun secara umum definisi litersi adalah kemampuan membaca dan menulis serta menggunakan bahasa lisan.
Kemampuan literasi sangatah penting baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah canggihya teknologi, orang-orang zaman sekarang mulai meninggalkan dan menyingkirkan budaya literasi dan memilih untuk mendapatkan informasi yang instan dan belum diketahui kebenaran dan keilmiahan dari info yang didapatkannya tersebut.
Kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai sejumlah pengetahuan atau bidang studi yang harus dipelajari. Kesulitan membaca dikelas awal akan sangat berdampak dikelas selanjutnya. Sehingga gerakan literasi haruslah lebih ditekankan lagi terutama di Indonesia.
Data statistik UNESCO pada tahun 2016 menyebutkan indeks minat baca di indnesia baru mencapai 0,001. Artinya dari 1000 penduduk hanya satu warga untuk tertarik membaca dan menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Dengan demikian minat baca di indonesia haruslah di tingkatkan.
Batasan Masalah
Agar makalah ini lebih terarah dan menghindari pembahasan yang terlalu luas, maka penulis perlu membatasinya. Adapun batasan penulisan makalah ini:
Hakikat dan pengertian literasi
Jenis literasi
Fungsi literasi
Tujuan literasi
Faktor yang mempengauhi literasi
Proses dan langkah literasi efektif
Tujuan Penelitian
Untuk lebih mengetahui dan memahami apa itu literasi
Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis literasi
Untuk mengetahui apa saja fungsi dari literasi
Untuk mengetahui apa tujuan dari litersi tersebut
Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi literasi
Mengetahui langkah efektif untuk berliterasi
Manfaat Literasi
Manfaat teoritis
Manfaat ini dapat menguatkan teori-teori yang sudah ada. Peran kegiatan literasi dapat meningkatkan minat membaca dan menulis.
Manfaat praktis
Bagi siswa
Meningkatkan pemahaman siswa dalam peran pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah untuk meningkatkan minat membaca dan menulis.
Membiasakan siswa untuk membaca buku nonpembelajaran maupun buku pelajaran dan menulis ringkasan buku.
Bagi guru
Sebagai pedoman kegiatan literasi untuk meningkatkan minat membaca dan menulis untuk siswa.
Bagi sekolah
Memberikan informasi kepada sekolah mengenai kegiatan literasi sekolah yang berfokus pada pembiasaan membaca dan menulis dalam upaya meningkatkan minat siswa.
Bagi penulis
Pengalaman berharga untuk melaksanakan tugas dimasa yang akan datang
Memberikan pengalaman lapangan tentang kegiatan literasi yang berfokus pada pembiasaan membaca dan menulis siswa
BAB II
PEMBAHASAN
Hakikat Literasi
Literasi adalah kemampuan tiap-tiap individu untuk memahami dan menyerap informasi dari yang dibaca.
Pengertian literasi menurut para ahli :
Cordon (2003)
Literasi adalah ilmu pengetahuan yang mampu membangun imajinasi ilmuan lain untuk menjelajah dunia dan ilmu pengetahuan berdasarkan referensi yang ia baca.
Alberta (2009)
Menurutnya literasi bukan lah hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan meulis saja. Namun, juga menaambah pengetahuan keterampilan dan kemampuan berfikir kritis dalam menyelesaikan masalah dan juga agar mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan potensi dan berpartispasi aktif dalam masyarakat.
Elizabeth Sulzby (1986)
Literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi sesuai dengan tujuan masing-masing.
Jenis Literasi
Pada dasarnya, literasi ini dibagi menjadi beberapa jenis literasi, diantaranya sebagai berikut :
Literasi dasar
Kemampuan untuk membaca, mendengarkan, menulis, serta juga menghitung.
Literasi perpustakaan
Kemampuan lanjutan untuk dapat mengoptimalkan literasi perpustakaan yang ada.
Literasi media
Kemampuan untuk dapat mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda dan juga dapat mengerti penggunaan dari masing-masing media yang ada tersebut.
Literasi teknologi
Kemampuan untuk dapat memahami kelengkapan dalam suatu teknologi.
Literasi visual
Kemampuan utuk menginterpretasi dan memberi makna dari sebuah informasi yang berbentuk gambar atau visual.
Fungsi Literasi
Menumbuh kembangkan budi pekerti yang baik
Maksudnya yaitu dengan pengetahuan yang telah kita miliki kita dapat membedakan antara mana yang baik dan mana yag buruk.
Meningkatkan budaya literasi disekolah atau masayarakat
Literasi dapat mengubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik, maka dari itu mari kita membudayakan literasi terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Meningkatkan pengetahuan
Kegiatan utama dalam literasi adalah membaca, maka dengan membaca pengetahuan kita akan bertambah dan semakin banyak pula informasi yang diperoleh.
Meningkatkan kepahaman
Kita pernah mengalami kesulitan dalam memahasi sebuah informasi, tapi melalui literasi dapat memudahkan kita untuk mengambil inti dari informasi yang didapatkan.
Mengisi waktu agar lebih berguna
Contohnya, kita bisa memanfaatkan waktu luang kita dengan berliterasi baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Memberikan penilaian kritis
Tujuan selanjutnya yaitu kita dapat mengkritisi karya orng lain. Maksud mengkritisi dalam hal ini adalah kita bisa memperbaiki suatu karya atau membangun karya berikutnya.
Memperkuat nilai kepribadian
Pengetahuan yang didapat dari literasi akan semakin mematangkan nilai yag ada dalam diri seseorang.
Tujuan literasi
Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat
Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca
Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis
Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang
Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis
Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas
Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat
Faktor yang mempengaruhi literasi
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat literasi membaca siswa di sekolah dasar :
Faktor sosial-ekonomi keluarga
Orang tua yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, bekerja lebih banyak, pasti memiliki lebih banyak buku-buku, dan ini lah faktor yang paling mempengaruhi dalam kegiatan literasi.
Kolaborasi siswa dan keluarga
Contohnya, membaca bersama antara anak dan orangtua, orangtua yang membacakan cerita kepada anak, berkunjung ketoko buku, keperpustakaan bersama, bermain dengan mainan huruf, bermain permainan kata, menulis huruf dan kata.
Kegiatan membaca diluar sekolah
Frekuensi membaca buku yang sering dengan tema yang bervariasi akan meningkatkan literasi membaca siswa, dan membaca komik tidak bisa dimasukkan kedalam kategori faktor yang memfasilitasi peningkatan literasi membaca siswa.
Kegiatan membaca siswa disekolah
Jika dirumah siswa bisa dan boleh membaca apa saja yang disuka, maka disekolah materi untuk membaca sudah ditentukan oleh guru.
Pencapaian literasi yang lebih baik diperlihatkan oleh siswa yang membaca buku yang bervariasi, puisi, buku-buku fiksi atau permainan di sekolah setidaknya satu kali dalam seminggu.
Proses dan langkah literasi efektif
Tumbuhkan kesadaran pentingnya membaca
Budayakan membaca disekolah
Optimalkan peran perpustakaan
Biasakan hadiah berupa buku
Bentuklah komunitas baca
Biasakan menulis buku harian
Hargai karya tulis
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Literasi sangatlah penting dalam kehidupan saat ini, namun seiring dengan perkembangan zaman, literasi mulai ditinggalkan. Dengan adanya makalah ini diharapkan kepada pembaca dan pendengar agar mampu meningkatkan minat membaca dan menulis.
Saran
Pada saat pembuatan makalah ini, penulis menyadari bahwa banyak sekali kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Dengan sebuah pedoman yang bisa dipertanggungjawabkan dari banyaknya sumber penulis akan memperaiki makalah tersebut. Oleh sebab itu penulis harapkan kritik serta sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan diatas.
DAFTAR PUSTAKA
Eprints.ums.ac.id
https://dosenppkn.com/fungsi.literasi/
https://megawardhaniblogspot.com
https://pendidikan.co.id
https://www.ayoksinau.com
https://www.educenter.id
https://www.indonesiastudent.co
https://www.literasipublic.com
https://www.maxmanroe.com
LITERASI BAHASA INDONESIA
LITERASI
Dr. ABDURAHMAN, M. Pd
Oleh
Kelompok 1 :
Lamyra Yeri Ramala
Mulia Resti
Nurul Aliyah
Uswatun Hasanah
Yulia Nur Rahimah
PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Literasi adalah proses membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, melihat, dan berpendapat (kuder dan hasit 20002). Namun secara umum definisi litersi adalah kemampuan membaca dan menulis serta menggunakan bahasa lisan.
Kemampuan literasi sangatah penting baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah canggihya teknologi, orang-orang zaman sekarang mulai meninggalkan dan menyingkirkan budaya literasi dan memilih untuk mendapatkan informasi yang instan dan belum diketahui kebenaran dan keilmiahan dari info yang didapatkannya tersebut.
Kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai sejumlah pengetahuan atau bidang studi yang harus dipelajari. Kesulitan membaca dikelas awal akan sangat berdampak dikelas selanjutnya. Sehingga gerakan literasi haruslah lebih ditekankan lagi terutama di Indonesia.
Data statistik UNESCO pada tahun 2016 menyebutkan indeks minat baca di indnesia baru mencapai 0,001. Artinya dari 1000 penduduk hanya satu warga untuk tertarik membaca dan menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Dengan demikian minat baca di indonesia haruslah di tingkatkan.
Batasan Masalah
Agar makalah ini lebih terarah dan menghindari pembahasan yang terlalu luas, maka penulis perlu membatasinya. Adapun batasan penulisan makalah ini:
Hakikat dan pengertian literasi
Jenis literasi
Fungsi literasi
Tujuan literasi
Faktor yang mempengauhi literasi
Proses dan langkah literasi efektif
Tujuan Penelitian
Untuk lebih mengetahui dan memahami apa itu literasi
Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis literasi
Untuk mengetahui apa saja fungsi dari literasi
Untuk mengetahui apa tujuan dari litersi tersebut
Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi literasi
Mengetahui langkah efektif untuk berliterasi
Manfaat Literasi
Manfaat teoritis
Manfaat ini dapat menguatkan teori-teori yang sudah ada. Peran kegiatan literasi dapat meningkatkan minat membaca dan menulis.
Manfaat praktis
Bagi siswa
Meningkatkan pemahaman siswa dalam peran pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah untuk meningkatkan minat membaca dan menulis.
Membiasakan siswa untuk membaca buku nonpembelajaran maupun buku pelajaran dan menulis ringkasan buku.
Bagi guru
Sebagai pedoman kegiatan literasi untuk meningkatkan minat membaca dan menulis untuk siswa.
Bagi sekolah
Memberikan informasi kepada sekolah mengenai kegiatan literasi sekolah yang berfokus pada pembiasaan membaca dan menulis dalam upaya meningkatkan minat siswa.
Bagi penulis
Pengalaman berharga untuk melaksanakan tugas dimasa yang akan datang
Memberikan pengalaman lapangan tentang kegiatan literasi yang berfokus pada pembiasaan membaca dan menulis siswa
BAB II
PEMBAHASAN
Hakikat Literasi
Literasi adalah kemampuan tiap-tiap individu untuk memahami dan menyerap informasi dari yang dibaca.
Pengertian literasi menurut para ahli :
Cordon (2003)
Literasi adalah ilmu pengetahuan yang mampu membangun imajinasi ilmuan lain untuk menjelajah dunia dan ilmu pengetahuan berdasarkan referensi yang ia baca.
Alberta (2009)
Menurutnya literasi bukan lah hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan meulis saja. Namun, juga menaambah pengetahuan keterampilan dan kemampuan berfikir kritis dalam menyelesaikan masalah dan juga agar mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan potensi dan berpartispasi aktif dalam masyarakat.
Elizabeth Sulzby (1986)
Literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi sesuai dengan tujuan masing-masing.
Jenis Literasi
Pada dasarnya, literasi ini dibagi menjadi beberapa jenis literasi, diantaranya sebagai berikut :
Literasi dasar
Kemampuan untuk membaca, mendengarkan, menulis, serta juga menghitung.
Literasi perpustakaan
Kemampuan lanjutan untuk dapat mengoptimalkan literasi perpustakaan yang ada.
Literasi media
Kemampuan untuk dapat mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda dan juga dapat mengerti penggunaan dari masing-masing media yang ada tersebut.
Literasi teknologi
Kemampuan untuk dapat memahami kelengkapan dalam suatu teknologi.
Literasi visual
Kemampuan utuk menginterpretasi dan memberi makna dari sebuah informasi yang berbentuk gambar atau visual.
Fungsi Literasi
Menumbuh kembangkan budi pekerti yang baik
Maksudnya yaitu dengan pengetahuan yang telah kita miliki kita dapat membedakan antara mana yang baik dan mana yag buruk.
Meningkatkan budaya literasi disekolah atau masayarakat
Literasi dapat mengubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik, maka dari itu mari kita membudayakan literasi terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Meningkatkan pengetahuan
Kegiatan utama dalam literasi adalah membaca, maka dengan membaca pengetahuan kita akan bertambah dan semakin banyak pula informasi yang diperoleh.
Meningkatkan kepahaman
Kita pernah mengalami kesulitan dalam memahasi sebuah informasi, tapi melalui literasi dapat memudahkan kita untuk mengambil inti dari informasi yang didapatkan.
Mengisi waktu agar lebih berguna
Contohnya, kita bisa memanfaatkan waktu luang kita dengan berliterasi baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Memberikan penilaian kritis
Tujuan selanjutnya yaitu kita dapat mengkritisi karya orng lain. Maksud mengkritisi dalam hal ini adalah kita bisa memperbaiki suatu karya atau membangun karya berikutnya.
Memperkuat nilai kepribadian
Pengetahuan yang didapat dari literasi akan semakin mematangkan nilai yag ada dalam diri seseorang.
Tujuan literasi
Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat
Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca
Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis
Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang
Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis
Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas
Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat
Faktor yang mempengaruhi literasi
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat literasi membaca siswa di sekolah dasar :
Faktor sosial-ekonomi keluarga
Orang tua yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, bekerja lebih banyak, pasti memiliki lebih banyak buku-buku, dan ini lah faktor yang paling mempengaruhi dalam kegiatan literasi.
Kolaborasi siswa dan keluarga
Contohnya, membaca bersama antara anak dan orangtua, orangtua yang membacakan cerita kepada anak, berkunjung ketoko buku, keperpustakaan bersama, bermain dengan mainan huruf, bermain permainan kata, menulis huruf dan kata.
Kegiatan membaca diluar sekolah
Frekuensi membaca buku yang sering dengan tema yang bervariasi akan meningkatkan literasi membaca siswa, dan membaca komik tidak bisa dimasukkan kedalam kategori faktor yang memfasilitasi peningkatan literasi membaca siswa.
Kegiatan membaca siswa disekolah
Jika dirumah siswa bisa dan boleh membaca apa saja yang disuka, maka disekolah materi untuk membaca sudah ditentukan oleh guru.
Pencapaian literasi yang lebih baik diperlihatkan oleh siswa yang membaca buku yang bervariasi, puisi, buku-buku fiksi atau permainan di sekolah setidaknya satu kali dalam seminggu.
Proses dan langkah literasi efektif
Tumbuhkan kesadaran pentingnya membaca
Budayakan membaca disekolah
Optimalkan peran perpustakaan
Biasakan hadiah berupa buku
Bentuklah komunitas baca
Biasakan menulis buku harian
Hargai karya tulis
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Literasi sangatlah penting dalam kehidupan saat ini, namun seiring dengan perkembangan zaman, literasi mulai ditinggalkan. Dengan adanya makalah ini diharapkan kepada pembaca dan pendengar agar mampu meningkatkan minat membaca dan menulis.
Saran
Pada saat pembuatan makalah ini, penulis menyadari bahwa banyak sekali kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Dengan sebuah pedoman yang bisa dipertanggungjawabkan dari banyaknya sumber penulis akan memperaiki makalah tersebut. Oleh sebab itu penulis harapkan kritik serta sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan diatas.
DAFTAR PUSTAKA
Eprints.ums.ac.id
https://dosenppkn.com/fungsi.literasi/
https://megawardhaniblogspot.com
https://pendidikan.co.id
https://www.ayoksinau.com
https://www.educenter.id
https://www.indonesiastudent.co
https://www.literasipublic.com
https://www.maxmanroe.com
Tuesday, October 29, 2019
Puisi Terbaru
"Layu Amanahmu"
Uswatun Hasanah
Uswatun Hasanah
Jiwaku meringkih
Risi dan takut
Bilamana dia tak lagi meneruskan kewajibannya
Seperti yang kulihat
Harapan dan keinginannya yang tinggi itu
Sangat ironi
Ingin dia segalanya
Tapi tak sesuai dengan porsi usahanya
Tak dia hiraukan
Tak ada rasa takut lagi di dirinya
Tak ada rasa malu lagi di dirinya
Seolah-olah tak ada badai yang menerjang
Hidup saat ini
Tak peduli lagi siapa yang menopangnya
Dia sesuaikan hanya dengan kesenangannya saja
Hingga aku berasumsi
Dia tak peduli lagi itu
Disorientasi akibat sumbang medianya
Aksara Senja
29 Oktober 2019
Risi dan takut
Bilamana dia tak lagi meneruskan kewajibannya
Seperti yang kulihat
Harapan dan keinginannya yang tinggi itu
Sangat ironi
Ingin dia segalanya
Tapi tak sesuai dengan porsi usahanya
Tak dia hiraukan
Tak ada rasa takut lagi di dirinya
Tak ada rasa malu lagi di dirinya
Seolah-olah tak ada badai yang menerjang
Hidup saat ini
Tak peduli lagi siapa yang menopangnya
Dia sesuaikan hanya dengan kesenangannya saja
Hingga aku berasumsi
Dia tak peduli lagi itu
Disorientasi akibat sumbang medianya
Aksara Senja
29 Oktober 2019
Subscribe to:
Posts (Atom)
